Giat Tim Kebersihan Dinas Perdagangan Membuat Komposter di Pasar Pingit

YOGYAKARTA - Untuk mengoptimalkan langkah pengurangan volume sampah organik di pasar-pasar di Kota Yogyakarta, Tim Kebersihan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta menggencarkan kegiatan membuat pupuk kompos (komposter) pada 29 Pasar Rakyat di Kota Jogja. Pengawas Tim Kebersihan Pasar Pingit, Mujiyono dibantu oleh personil kebersihan lainnya menyiapkan tong-tong plastik sebagai media pembuatan komposter, Jumat (29/07/22).

Secara umum setidaknya kita mengenal 2 jenis sampah yaitu organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari organisme hidup baik manusia, hewan maupun tetumbuhan dan bisa diurai dengan proses alami. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak berasal dari organisme hidup, artinya merupakan buatan manusia (plastik, botol, kaleng, styrofoam), dan tidak bisa diuraikan secara otomatis oleh proses alamiah. Maka untuk mengolah sampah-sampah yang ada, kita membutuhkan gerakan 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).

  1. Reduce (pengurangan penggunaan), dengan mengurangi produk sampah yang tidak dapat didaur ulang atau digunakan lagi. Contohnya mengurangi penggunaan plastik kresek dan styrofoam.
  2. Reuse (penggunaan ulang), dengan menggunakan kembali kemasan atau produk yang sudah dipakai. Contohnya menggunakan botol plastik untuk media tanam, menggunakan cup coffee untuk wadah pensil, menggunakan kertas bekas sebagai amplop atau pembungkus, serta menggunakan kotak biskuit untuk tempat makanan.
  3. Recycle (daur ulang), yaitu dengan mendaur ulang bahan sampah agar dapat menjadi produk baru. Contohnya mendaur ulang kertas, plastik dan kaleng aluminium pada sampah anorganik melalui pengaktifan program ekonomis penjualan rosok. Kemudian ada pula pembuatan komposter (pupuk kompos) pada sampah organik. Kedua kegiatan ini populer dengan istilah program 'bank sampah'.

Komposter sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kompos kering/padat (anaerob) dan kompos cair (aerob/lindi). Di beberapa titik di pasar rakyat Kota Jogja, Tim Kebersihan telah menyiapkan media pembuatan komposter baik kering/padat maupun cair.

Untuk membuat komposter tidaklah membutuhkan biaya banyak. Pada komposter kering cukup dengan menyiapkan media berupa tong (tandon air) yang diberi anjang-anjang di dasarnya, serta kertas kardus sebagai pelapis anjang-anjang. Selanjutnya bahan-bahan yang dibutuhkan berupa cairan EM4 sebagai bahan fermentasi yang dicampur dengan air (10 ml EM4 : 1 liter air) dan pupuk kompos yang sudah jadi sebagai starter. Ada juga tanah, air, tetes tebu, dan sampah organik.

Praktik pembuatannya dimulai dari menyiapkan tong yang sudah diberi anjang-anjang di bawahnya, kemudian dimasukkan bahan-bahan yang telah dipersiapkan. Sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan sebelum dimasukkan ke dalam tong supaya dicacah terlebih dahulu. Tong kemudian ditutup serta dicek kelembapannya minimal 3 kali sehari. Jika proses pembuatan dilakukan dengan benar maka hasilnya dapat dilihat dalam 1-3 bulan. (bersih_aman)